Walisongo dan Peradaban Islam Nusantara, Kajian Rutin Aswaja di Cikarang

Muslimedianews.com ~ Kajian Rutin Aswaja NU setiap malam Jum’at pukul 19.00 WIB sampai selesai. Shalat isya’ berjama’ah dilanjutkan dengan kajian dengan tema “Walisongo dan Peradaban Islam Nusantara”.

Bertempat di Masjid At-Taqwa BPN Lippo Cikarang dengan narasumber Alhabib Alwi Ba’alawi AdzDzomat Khan selaku Mustasyar PCNU Karawang.

Kajian ini bersifat umum untuk kaum muslimin dan muslimat, khususnya yangberada diwilayah terdepat seperti Cikarang, Serang Baru, Cibarusah, Bekasi dan lainnya.

 

http://www.muslimedianews.com/2014/06/kajian-aswaja-walisongo-dan-peradaban.html

Satu Tanggapan

  1. DA’WAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DA’WAH PENUH HIKMAH

    Tanya:
    Aku pernah mengikuti ajakan masku untuk ikuti pengajian yang diisi kiayi dari Yaman, aku tanya aliran kiayi itu, masku bilang murid syekh Hajuri, aku bandingkan dengan pengajian dari teman-teman kuliahku dari PKS, jauh beda, dari pendiri aliran kiyai Yaman dengan PKS sudah beda, pemimpin juga beda, dari Yaman pimpinannya Hajuri dari PKS imam Hasan Albanna, aku baru sekali lihat pengajian aliran kiyai Yaman kayaknya keras, baru yang hadir semua pakaiannya beda dari yang lain, aku kira yang hadir di situ orang-orang khusus dari pengikut aliran kiyai Yaman………..

    Tanggapan:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Semoga Alloh memberikan hidayah-Nya kepada kami dan anda.

    Subhanallahu anda telah melakukan selangkah untuk mengetahui kebenaran -semoga Alloh menambahkan keinginan anda supaya terus melangkah-.

    Apa yang anda katakan perlu untuk kami luruskan, Alhamdulillah da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah atau nama lainnya da’wah Salafiyyah adalah da’wah terbuka untuk umat, da’wah mereka dibangun di atas pengikutan dan peneladanan terhadap da’wah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya, Alloh Ta’ala berkata tentang mereka:

    كنتم خير أمة أخرجت للناس….

    “Kalian adalah paling baiknya umat, dikeluarkan untuk manusia…..”.

    Da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah adalah terbuka untuk umat, tidak bersifat khusus namun sifatnya umum, pintu-pintu masjid Ahlissunnah terbuka lebar bagi siapa yang mau menghadiri pengajian, sekadar contoh adalah markiz Daril Hadits di masjid Al-Fath Sana’a Yaman, Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy Hafizhohulloh mengisi pengajian yang dihadiri oleh ribuan kaum muslimin, ada dari kalangan para siswa, mahasiswa, para pegawai, bahkan terkadang ada dari aparat, para pedagang dan yang semisal mereka, semua bebas masuk di dalam masjid, mereka menghadiri pengajian umum yang diisi oleh Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy dan pengajian-pengajian khusus yang diisi oleh para masyayikh dan para penuntut ilmu terkadang juga mereka ikuti.

    Kalaupun bila didapati ada dari orang-orang mengaku sebagai penuntut ilmu atau da’i namun menampakan akhlaq tidak bagus, kasar atau keras dengan orang-orang baru, yang berlatar belakang seperti yang kami sebutkan maka bukanlah da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah yang harus disalahkan, akan tetapi kepribadian atau orang-orang tertentu itu yang bermasalah, dan banyaknya manusia yang hadir di masjid, terkadang tidak bisa dibedakan mana penuntut ilmu atau da’i yang sebenarnya, dan mana yang hanya sekedar pengakuan sebagai penuntut ilmu atau da’i, -semoga Alloh memperbaiki keadaan hamba-hamba-Nya yang beriman-.

    Adapun yang berkaitan dengan Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy ‘Afallohu ‘anhu maka keberadaan beliau adalah hanya sebagai manusia biasa, sama seperti kita, namun Alloh Ta’ala telah memberinya keutamaan dengan dijadikan sebagai salah satu ulama besar Ahlissunnah wal Jama’ah di zaman ini, beliau bukan pemimpin suatu aliran dan bukan pula beliau mendirikan aliran atau sekte, namun beliau adalah penerus da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah yang pernah dijalani oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya:

    قل هذه سبيلي أدعوا إلى الله على بصيرة أنا ومن اتبعني

    “Katakanlah ini adalah jalanku, aku menda’wahkan kepada Alloh di atas ilmu, aku dan orang-orang yang bersamaku”.

    Keberadaan Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuriy sama dengan saudara-saudaranya para ulama Ahlisunnah wal Jama’ah di kerajaan Saudi Arobia semisal Asy-Syaikh Abu Abdirrozzaq ‘Abdul Muhsin ‘Abbad Hafizhohumulloh, da’wah mereka adalah satu, yaitu da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah atau disebut pula dengan da’wah Salafiyyah.

    Berbeda dengan aliran Ikhwanul Muslimin maka da’wah mereka kepada aliran mereka dan kepada demokrasi, mereka mendirikan partai, di negara kita partai mereka dikenal dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera), prinsip dan metode da’wah mereka adalah mengikuti pendiri aliran mereka yaitu Hasan Albanna, pria inilah yang mendirikan firqoh (aliran) Ikhwanul Muslimin.

    Adapun Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy dan saudara-saudaranya, para ulama Ahlissunnah wal Jama’ah maka mereka bukanlah pendiri suatu aliran dan bukan pula mereka sebagai pemimpin suatu aliran, namun mereka adalah para ulama yang termasuk rujukan umat.
    Allohul musta’an.

    Ditanggapi oleh:
    Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu di Sakan A’la Daril Hadits Sana’a (11 Dzulqo’dah 1435).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: