Doktrin HTI Lecehkan Ormas Lain

April 2012 di Yogyakarta, digelar diskusi bedah buku yang melibatkan pengurus DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), H. Ir. Muhammad Shiddiq Al Jawi, MSI. Diskusi itu membedah buku “Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir di Indonesia” yang ditulis oleh Dr. Ainur Rofiq al-Amin, mantan HTI yang telah kembali kerumah besarnya yaitu Nahdlatul Ulama (NU).
syabab
Saat itu, Muhammad Shiddiq memaparkan materi hanya menggunakan slide presentasi (power point) berjudul “Kegagalan Disertasi Upaya Membongkar Proyek Khilafah Ala HTI” untuk membantah buku ilmiah yang diambil dari disertasi doktoral tersebut.Empat hal yang menjadi sorotan Muhammad Shiddiq yaitu terkait judul dan isi yang dianggap tidak sesuai, ditulis tanpa ketelitian alias gegabah, cacat secara metodologis dan dikatakan sebagai miskin data.

Dr. Ainur Rofiq, disapa Gus Rofiq, mengatakan bahwa secara umum tanggapan DPP HTI itu tidak menyentuh pada subtansi materi. Ia juga mengatakan Muhammad Shiddiq sembrono sampai mencoba mengkritik metodologi sebuah disertasi. Muhammad Shiddiq juga dianggap kurang mengerti arti kitab mutabanat.

Dalam rangka mengkoreksi slide presentasi Shiddiq Al Jawi, Gus Rofiq juga membuat catatan (komentar singkat) atas isi file power point DPP HTI tersebut.

Dalam komentar singkatnya, terkait gelar “KH” yang dilabelkan Muhammad Shiddiq pada dirinya didalam slide presentasinya, Gus Rofiq sedikit menyindir  DPP HTI itu dengan mengatakan “Meng-KH-kan diri, walau baca isim Inna keliru saking menggebu-gebunya sewaktu bedah buku hingga perlu saya benarkan”.

Diantara beberapa point yang menarik dari catatan singkat Gus Rofiq adalah ketika mengungkap pandangan Hizbut Tahrir (HT) terhadap ormas lain. HT berpandangan bahwa ormas lain hanyalah ormas yang tidak berguna untuk kebangkitan, memiliki metode yang membelenggu, diliputi kegelapan, ketidak jelasan, serta sulit dipahami.
“Menurut kitab-kitab mutabannat HT (kitab rujukan wajib yang otoritatif), ormas-ormas Islam atau jam’iyyah yang ada saat ini tidak berguna untuk kebangkitan, metodenya membelenggu dan diliputi kegelapan, ketidakjelasan, serta sulit dipahami,”, tulis Dr. H. Ainur Rofiq Al Amin, SH., M.Ag, Dosen  Prodi Politik Islam – Fakultas Ushuluddin di IAIN Sunan Ampel tersebut.Lebih jauh, diungkap pula bahwa HT juga memiliki pandangan bahwa ormas lain memiliki bahaya yang tersamar terhadap Islam dan banyak dibentuk atas dorongan kaum kafir penjajah.

“Bahayanya tersamar, dan ormas-ormas Islam ini banyak didorong penjajah”, ungkap Gus Rofiq memaparkan pandangan HTI terhadap ormas-orma lainnya.

Doktrin HTI yang demikian pada Daris (Pelajar, istilah HT untuk menyebut anggotanya yang belum di qasam/belum menjadi anggota/karyawan) maupun Syabab (secara khusus, adalah istilah yang digunakan HT untuk menyebut anggotanya yang sudah diqasam/karyawan) dapat dijumpai, salah satunya ketika mengkaji kitab mutabanat HT yang sangat kecil berjudul At-Takatul Hizbi, yang diterjemahkan dengan judul Pembentukan Partai Politik Islam. (*)

5 Tanggapan

  1. wah beritanya melenceng banget, ya, seribu persen tidak sesuai dengan isi dialog. video diskusi ini bisa di search di google kok. Saya sebagai orang awam tidak melihat apa yang disampaikan oleh saudara sidiq al jawi sebagaimana yang ditulis disini. Kenapa berita kok katanya, kata Dr. Ainur Rofik. Dimana profesionlisme jurnalisme yang harusnya menjunjung keseimbangan informasi. Saya sebagai pembaca merasa dirugikan dengan mendapatkan informasi yang tidak sesuai fakta…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: