Perbedaan Ikhwanul Muslimin dahulu dan IM Sekarang

Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jamaah/organisai pergerakan yang didirikan oleh Syekh Hasan Al-Banna untuk menghapus kelaliman penjajahan saat itu. Syekh Hasan Al-Banna merupakan seorang yang alim dan ahli ibadah. Kehidupan beliau tak hanya berdasarkan dengan norma-norma syariat Islam namun beliau juga menghiasi segala suluk beliau dengan nila-nilai tasawwuf.
lgo IM

lgo IM

Bahkan Hasan Al Banna dididik semenjak kecil dengan tariqat As-Syadzili oleh gurunya Syekh Abdul Wahab Al-Hashafi. Oleh karenanya, sebagian masyarakat Mesir menyebutnya sebagai titisan “Shalahuddin Al-Ayubi”.

Syekh Fathi Al-Hijazi, pengajar ilmu Nahwu dan Balaghoh di masjid dan Universitas Al-Azhar, pernah menyampaikan dalam kuliahnya bahwa Syekh Hasan Al-Banna adalah seorang pengajar, dan dai yang sangat fasih dan alim. Tak diragukan lagi keilmuan dan ketakwaan beliau.

Buah karya beliau di antaranya: Maqashid Al-Quran Al-Karim, Al-Marah Al-Muslimah, Al-Ma’tsurat, Mabahist fi ulum Al-Hadis, As-Salam wal Islam, dan lain sebagainya.

Demikianlah sekelumit sosok pendiri dan mursyid pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin yang kapasitas kelimuan agama dan ketakwaannya sangat tinggi dan diakui oleh masyarakat Mesir.
Namun anehnya, Ikhwanul Muslimin yang sekarang digawangi oleh sosok-sosok yang tidak (jarang) bersentuhan dengan ilmu agama. Para mursyid Ikhwanul Muslimin saat ini, justru mereka jebolan dari fakultas-fakultas umum. Seperti :
1. Muhammad Badi’, Profesor Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan di Univ. Beni Suef.
2. Khoirat As Syatir, Lulusan Arsitektur, Univ. Al Mansuroh
3. Muhammad Al Beltagy,  Lulusan kedokteran, Univ. Azhar
4. Shofwat Hijazi, Lulusan Fakultas Adab, Jurusan Ruang dan Peta, Univ. Iskandariyah.
Oleh karena itulah, kebijakan-kebijakan Ikhwanul Muslimin saat ini dinilai sangat jauh dari cara pandang dan pola pikir seorang ulama dan kaca mata agama, tidak seperti dulu kala Syekh Hasan Al-Banna memimpin.
Maka tak ayal bila Jamal Al-Banna, adik Syekh Hasan Al-Banna mengatakan, “Ikhwanul Muslimin yang sekarang bukanlah Ikhwanul Muslimin yang telah didirikan oleh saudaraku (kakaku).”

Berbeda dengan ormas-ormas di Indonesia semacam NU dan Muhammadiyah yang memang diketuai dan dipimpin oleh orang-orang yang tak diragukan lagi keilmuan agama dan ketakwaannya mulai berdirinya hingga saat ini.

Wallahu A’lam.

Penulis : Ahmad Ainul Yaqin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: