Gelombang Kecaman terhadap Erdogan karena Lecehkan Grand Shaikh Al Azhar

Muslimedianews, Kairo ~ Media harian Turki Zaman melansir pernyataan Ragab Tayeb Erdogan Perdana Menteri Turki pada hari Ahad (25/8) yang berisi laknatan kepada Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Tayeb. Erdogan melaknat beliau karena dipandang telah mendukung kudeta militer di Mesir. “Sejarah akan melaknat para ulama semisalnya,” tegas Erdogan.

Tak pelak, pernyataan keras Erdogan tersebut mendapatkan respon massif dari rakyat Mesir, utamanya pemerintah Mesir dan Al-Azhar. Media-media di Mesir menjadikan tema ini sebagai salah satu headline mereka. Harian Youm7 memberitakan bahwa Kementerian Luar Negeri Mesir sangat mengecam pernyataan Erdogan tersebut yang dipandang sangat melecehkan Al-Azhar sebagai institusi Islam terbesar yang dipimpin oleh Grand Shaikh Al-Azhar. Kemenlu menegaskan bahwa cacian Erdogan tersebut bukan saja melukai Mesir, namun juga melukai hati umat Islam di seluruh dunia. Ini merupakan hal yang sangat tidak patut dilakukan.

Sementara itu, harian dostor mengangkat pernyataan Konsultan Grand Shaikh Al-Azhar, Dr. Muhammad Muhanna, yang mengecam keras pernyataan Erdogan tersebut. Muhanna menyebutkan bahwa pelecehan Erdogan terhadap Grand Shaikh tersebut belum pernah dilakukan oleh siapa pun dalam sejarah. Dalam pembicaraan melalui telepon, dalam progam “Shada el-Balad” Muhanna menyatakan bahwa menghormati Al-Azhar sebagai rujukan dunia (dalam agama Islam, red) meniscayakan pemerintah Mesir harus turun tangan untuk membantah pelecehan ini. Grand Shaikh Al-Azhar terlalu besar jika harus meladeni orang-orang kecil itu. Namun, apa yang dilakukan oleh Erdogan adalah pelecehan terhadap rakyat, Al-Azhar, Islam, dan kaum muslimin di seluruh dunia.

“Kita semua tahu hubungan strategis antara Turki dan Israel yang dipimpin oleh Amerika. Para makelar globalisasi dan integrasi tidak perlu lagi berbicara soal nasionalisme dan kemuliaan. Kita juga tidak boleh lupa bahwa apa yang dilakukan oleh Erdogan adalah demi menutupi hubungannya dengan Israel,” tambah Muhanna.

Sementara itu, Front Revolusi dan Cendekiawan Revolusi Rakyat turut mengecam pernyataan Erdogan kepada Grand Shaikh Al-Azhar, dan sikapnya yang terus membela jamaah Ikhwanul Muslimin (IM), serta terlalu intervensi terhadap persoalan dalam negeri Mesir. Front menuntut kepada pemerintah dan Kemenlu Mesir agar segera mengambil tindakan tegas untuk melawan pelecehan Erdogan. Front juga menyatakan bahwa pernyataan Erdogan tersebut akan membahayakan hubungan rakyat Mesir dan rakyat Turki.

Sementara itu, harian Ahram memuat pernyataan Dr. Muhammad Mukhtar Gomah, Menteri Wakaf (Agama). Mukhtar Gomah menyatakan bahwa kedudukan Grand Shaikh Al-Azhar itu terlalu besar untuk bisa diusik oleh orang semisal Erdogan. “Akan tetapi kami tetap tidak akan rela kedudukan ini dilecehkan oleh orang-orang yang tidak memiliki simpati dari kalangan orang-orang pemuja hawa nafsu. Melecehkan Grand Shaikh Al-Azhar berarti melecehkan salah satu pondasi inti keamanan Mesir,” tegas Gomah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dewan Ulama Senior Al-Azhar melalui Sekjennya Dr. Abbas Shoman. Saat ini Dewan Ulama Senior masih menggodok jawaban terbaik atas pernyataan Erdogan dan pelecehannya terhadap Grand Shaikh Al-Azhar. Melalui saluran telepon dalam acara ‘Akhir Nahar’ Shoman menyatakan: “Al-Azhar tidak pernah takut pada siapapun dan memutuskan untuk mendukung revolusi rakyat pada 30 Juni.”

“Saya minta kepada Erdogan agar membiarkan Mesir menyelesaikan persoalannya sediri. Grand Shaikh Al-Azhar adalah bangunan yang sangat tinggi, dan tidak akan pernah dapat dilecehkan oleh batu kecil yang dilempar anak kecil,” tegas Shoman. (red:Mustaqim)

Sumber: Mosleminfo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: