Kitab Hasil “Mengigaunya” Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Berawal dari catatan Kang Eri Munandar yg masuk di kronologi sy yg membuat tercengang disaat membaca kutipan terjemahan dari Kitab Duras wa Mawaqif wa ‘Ibar halaman 65-66 tentang OCEHAN Nashiruddin Al-Albani dalam ngigaunya.

Karena rasa penasaran dan khawatir ini adalah sebuah FITNAH aswaja atas ulama wahabi salafi sy langsung melakukan penelusuran dan cek and ricek untuk kebenarannya, dan setelah sy cek Kitab Duras wa Mawaqif wa ‘Ibar karangan Abdul Latif (putra kandung Albani) terbitan Darr At-Tauhid Li An-Nasyr, Riyadh halaman 65-66 dalam bab همة عالية وعزيمة صادقة ونية نحسبها ان شاءالله حالصة (keberanian yg tinggi dan tekad yg jujur serta niat yg ikhlas insya Allah karena-Nya) ternyata Albani tukang ngigau sebagaimana keterangan berikut:

ذكرابنه عبد للطيف انّ والده – الشيخ الباني – كان فى النوم يقول: هاتوا كتاب – العلل- ….هاتوا كتاب كذا…. هاتوا كتاب كذا…. – الجرح والتعديل – ومرة أثناء النوم وهو يحرك يده كهيئة الكاتب: هاتوا- سنن أبي داود – تنحل المشكلة.

قال: وقال لي مرة – أثناء النوم – هات كتاب – الترغيب والترهيب – المجلد الاول, فأتيته, قال: افتح, فتحت. قال: عد واحد اثنين ثلاثة احاديث, هذه فى الطول تقريبا سواء؟ قلت له: فيه واحد طويل. قال: أمش. – هذا فى النوم يقول وهو نائم -. قلت: هذا الحديث الثالث الطويل. قال: من رواه؟ قلت: فلان, قال:- خلاص – أعد الكتاب. هذا فى النوم.

Putra Al-Albani, Abdul-Latif menyebutkan bahwa ayahnya: “Syeikh Al-Albani Sering mengatakan dalam tidurnya, “Ambilkan buku berjudul ‘Al-‘Ilal’. Ambilkan buku berjudul ini dan itu. Ambilkan buku berjudul ini dan itu. Ambilkan buku berjudul ‘Al-Jarh wa At-Ta’dil.’

Dan suatu waktu dia berkata saat ia sedang tidur dan sementara dia menggerakkan tangannya sebagaimana seseorang sedang menulis, ‘Bawalah [buku] Sunan Abu Dawud dan masalah akan dipecahkan.’

Berkata (Abdul Latif), “Suatu ketika ia (Albani) berkata kepadaku sementara ia sedang tidur, ‘Bawalah buku At-Targhib wa At-Tarhib jilid pertama. “Jadi aku membawanya. Dia kemudian berkata kepadaku, ‘Buka’, dan saya lakukan. Dia berkata, ‘Lihatlah satu, dua, tiga hadits. Apakah ini kira-kira sama panjang?’ Aku berkata kepadanya, ‘Tidak. Ada satu di antara ketiganya yang panjang.’

Dia berkata, ‘Pergilah …’ – ini adalah saat tidur, dia berbicara sementara ia tertidur. Aku kemudian berkata kepadanya, ‘Ini hadits ketiga adalah panjang.’

Jadi dia bertanya, ‘Siapa yang meriwayatkan? “Aku menjawab,’ Fulan.” Kemudian dia berkata, ‘Cukup, keembalikan itu buku.’ Semua ini adalah ketika ia sedang tidur! ” Wallahu a’lam bish-Shawab

http://abuolifa.wordpress.com/2013/05/20/kitab-hasil-ngigaunya-nashirudin-al-albani/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: